Showing posts with label all abaout volleyball. Show all posts
Showing posts with label all abaout volleyball. Show all posts

Teknik Menyerang Sederhana Dengan 2 Pemain Depan

Read More

Pemain lawan melakukan servis dengan baik, lalu bola jatuh di atas lapangan kita. Sala satu pemain kita menerima bola dengan baik. Kemudian tiga orang pemain depan saling berteriak meminta umpan untuk di smash. Lalu ketika mereka berusaha untuk menerima bola, ketiga pemain itu saling bertabrakan karena semuanya ingin melakukan smash.

Mereka saling melihat satu sama lain dengan rasa frustasi, karena masing-masing merasa bahwa  ia yang merasa ia yang seharusnya menerima bola. Mengorganisasikan permainan suatu yang sangat penting, dimana formasi berbeda digunakan pada setiap situasi berbeda yang terjadi dalam suatu rally. Pengorganisasikan pergerakan dalam lapangan menjadi formasi-formasi yang menjadi berbeda yang biasa disebut menyerang atau bertahan.

Penyerangan Sederhana

Apabila kita telah menguasai teknik-teknik dasar dan mulai bertanding dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya, kita harus belajar dan menggunakan berbagai macam strategi menyerang dan bertahan. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi antara kita dan pemain lain, membantu mempertahankan pola permainan yang telah teroganisir. Strategi permainan yang harus kita pelajari adalah penyerangan 4-2, yang dianggap sebagai teknik yang mudah dilakukan.

Pengaturan penyerangan biasanya diberi nama dengan penomoran angka-angka; angka pertama adalah jumlah pemain yang tugas utamanya adalah penyerang, dan angka kedua adalah jumlah pemain yang berfungsi sebagai pengumapan. Oleh karena itu, dalam penyerangan 4-2, 4 pemain berperan sebagai penyerang dan 2 pemain sebagai pengumpan. Pada awalnya, pengumpan berada di posisi tengah depan dan tengah belakang. Pengumpan tengah depan bertanggung jawab melakukan pengumpanan sampai terjadi rotasi ke kanan belakang. Lalu pada saat itu pengumpan kedua berada di posisi kiri depan untuk mengambil alih pengumpanan. 

Penyerangan 4-2 internasional sama dengan penyerangan 4-2 normal. Perbedaannya adalah pada posisi pengumpan 4-2 internasional ini berada di kanan depan. Penyerangan 4-2 biasanya merupakan teknik penyerangan pertama yang dipelajari oleh suatu tim. Disebut penyerangan sederhana karena pengumpan berada di salah satu 3 pemain depan. Jadi, apabila salah satu adalah pengumpan, maka 2 pemain lain adalah penyerang. Ketika membahas masing-masing penyerangan, kita akan mendiskusikan 2 bidang : formasi penerimaan servis dan formasi menjaga penyerang.


Penerimaan Servis

Selama bertahun-tahun, banyak pola pdnerimaan servis yang telah diperkenalkan. Formasi tradisional berbentuk huruf W tetap menjadi pola penerimaan servis yang pakling banyak digunakan pada permainan tingkat pemula. Di sini akan berkonsentrasi pada formasi-W. Karena ketika digunakan, semua pemain akan memiliki kesempatan untuk mnejadi penerima servis. Dalam semua formasi penerimaan servis, pengumpan dalan keadaan apapun tidak diperkenankan untuk menerima servis. Oleh karena itu, pengumpan mengambil posisi di dekat net atau bersembunyi di belakang pemain lain.


Sebelum bola benar-benar dipukul, semua pemain harus berjajar pada posisi rotasi mereka yang benar. Posisi rotasi adalah posisi di mana pemain harus berada dalam formasi awal selama servis belum dilakukan. Posisi bermain adalah posisi yang diambil pemain segera setelah servis dilakukan. Pemain dapat menempatkan posisinya di manapun, terkecuali hanya pemain depan boleh melakukan serangan dan blok di depan garis serang. Pemain belakang boleh menyerang di belakang garis serang.

Karena para pemain diperbolehkan untuk menempati posisi manapun setelah servis dilakukan, spesialisasi menjadi sangat populer. Ketika suatu tim menerpakan spesialisasi, setiap pemain pada dasarnya memainkan 2 posisi , yaitu ketika berada di garis depan dan ketika di garis belakang.




Formasi-W Penerimaan Servis Pengumpan pada Posisi Kiri Depan (LF) 



Formasi-W Penerimaan Servis Pengumpan pada Posisi Tengah Depan (CF) .



Formasi-W Penerimaan Servis Pengumpan pada Posisi Kanan Depan (RF) .

Pada  gambar di mana pengumpan bersembunyi di dekat net dan memulai pada posisi rotasi yang benar. Segera setelah servis dipukul, pengumpan tetap berada di tengah depan (CF), dan bergerak ke posisi tengah depan apabila ia di posisi LF atau CF, sehingga ia memperoleh 2 pilihan serangan, umpan ke depan atau umpan ke belakang. Pengumpan selalu menghadap ke garis pinggir kiri, dengan kaki kanan di depan. 

Melindungi Penyerang

Terdapat 5 kemungkinan hasil dari suatu serangan. Tiga dari hasil tersebut, bola mati dan permainan selesai. Permainan berakhir dengan bola mati disebabkan :
  • Spike dengan bola jatuh ke lantai.
  • Spike dengan bola keluar lapangan atau melakukan kesalahan.
  • Bloker memblok bola masuk ke lapangan kita atau bola keluar lapangan atau melakukan kesalahan.
Hasil keempat dan kelima dari serangan, bola tetap dapat dimainkan. Yaitu, pemain belakang bisa menjangkau bola dan bersiap melakukan serangan balasan, atau bloker berhasil memblok bola dan bola berada berada di sisi lapangan kita. Bila blok lawan berhasil, bola jatuh dengan cepat ke lantai. Dengan demikian terlihat bahwa daerah ini rawan yang harus diawasi dan dijaga.




Pada penjagaan 3-2, tiga dari pemain kita membentuk setengah lingkaran mengelilingi penyerang samping, dan kedua pemain lain mengisi tempat kosong di belakang tiga pelindung itu. Pemain yang terdekat dengan garis pinggir adalah pemain barisan belakang yang berada di sisi lapangan yang sama dengan penyerang pemain yang berada di tengah di antara ketiga pemain itu harus selalu pemain tengah belakang. Pemain yang terdekat dengan net terus selalu mengumpankan bola ke penyerang bergerak ke posisi penjagaan. Ketiga pemain ini harus bertahan dalam posisi rendah sehingga memiliki cukup banyak waktu untuk bereaksi terhadap bola. Mereka harus memperhatikan ke arah tangan bloker ketika bola dipukul oleh penyerang kita. 

Kedua pemain depan yang berada di garis pinggir yang berlawanan dengan penyerang, bergerak ke arah sisi penyerangan, dan mensejajarkan diri mereka pada posisi diantara kteiga pemain tersebut. Bila bola dapat melewati atau terpantul oleh blok, dan kemudian dapat dikangkau oleh pemain bertahanya maka tim kita harus secepatnya kembali ke formasi pertahanan semula. 


Dan pada penjagaan untuk penyerangan yang dilakukan oleh tengah depan, penjagaan dilakukan oleh pemain kiri depan, tengah belakang, pengumpan atau kanan depan dengan membentuk setengah lingkaran disekeliling penyerang. Sementara itu pemain kiri belakang dan kanan belakang saling mensejajarkan pada posisi di belakang 3 pemain tersebut.

Demikian penjelasan teknik penyerangan sederhana dengan mengandalkan dua pemain depan, semoga bermanfaat.

Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id

Cara Melakukan Formasi Pertahanan 3-2-1 Pada Bola Voli

Read More

Untuk menghasilkan pertahanan yang bagus, diperlukan teknik formasi pertahanan yang baik pula. Untuk itu pada kesempatan kali ini, kita akan membahas cara melakukan pertahanan pada permainan bola voli menggunakan formasi 3-2-1.

Semua Pemain
  1. Harus mengantisispasi permainan lawan dengan berusaha membaca apa yang akan dilakukan lawan.
  2. Bergerak ke posisi bertahan, mengumpan, dan besiaga untuk bereaksi sebelum bola dipukul lawan.

Pemain Depan
  1. Harus meletekkan tangan sejajar bahu atau lebih tinggi dari posisi awal.
  2. Harus bergerak di sepanjang net ke kiri dan ke kanan, tetapi jangan menjauh dan membelakangi net.
  3. Jangan mengayunkan lengan.
  4. Melakukan penetrasi ke net dengan tangan pada posisi blok melewati net.
  5. Ketika tidak melakukan blok, bergerak mundur ke garis serang bersiap ke posisi bertahan.

Pemain Depan yang Tidak Melakukan Bloking
  1. Menerima tip yang diarahkan ke tengah lapangan dekat net.
  2. Menerima bola yang menyentuh net.
  3. Menerima spike keras yang bersudut tajam ke garis pinggir.

Pemain Belakang
  1. Tetap berada pada posisi rendah dengan berat badan bertumpu pada jemari kaki.
  2. Bergerak ke arah bola.

Kanan Belakang
  1. Berada jauh di dalam lapangan atau di depan garis belakang.
  2. Bertanggung jawab atas semua bola yang memantul dari blok dan mengarah ke lapangan belakang.
  3. Menerima semua bola yang mengarah ke sudut belakang lapangan dan melewati kedua pemain bertahan yang berada di garis.

Pemain Bertahan yang Berada di Garis
  1. Menerima semua spike yang lurus. 
  2. Bersiap maju ke depan dan menjangkau semua tip yang melewati blok.

Pemain di Jalur Bertenaga
  1. Mengambil posisi di mana bahu bagian dalam bloker tengah, bola, dan tangan penyerang dapat terlihat.
  2. Menerima spike atau spike pelan yang melewati bloker samping.
Demikian penjelasan cara melakukan pertahanan menggunakan formasi 3-2-1 pada bola voli. Semoga bermanfaat.



Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id

Posisi Tubuh Yang Tepat Dalam Bola Voli

Read More
Pada pertandingan bola voli selain kesiapan mental dan fisik, kesiapan posisi tubuh kita juga sangat penting. Terutama saat mengantisipasi serangan atau bahkan ketika saat tim kita menyerang. Karena segala kemungkinan bisa terjadi apabila kita tidak siap dalam mengantisipasinya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang kesiapan posisi tubuh  dalam bola voli.

Posisi tubuh yang tepat sangat penting dalam bermain voli. Dengan posisi yang tepat, kita dapat melakukan gerakn dengan lebih efisien dan memperkecil resiko cidera. Salah sati gerakan yang sering dilakukan bagi pemula adalah melakukan bertahan perseorangan dari posoisi tinggi. Efeknya akan terjerembab ke lantai dengan keras karena jatuh dari posisi yang tinggi, hal terburuk bisa cidera. Dalam melompat, penting sekali bagi kita dalam menjaga keseimbangan. Karena setelah melompat jatuh dari ketinggian, kita harus meredamnya denga menekuk lutut sehingga terhindar dari cidera. 

Contoh lain misalkan kita berada dalam suatu pertandingan, dan salah satu teman setim kita melakukan spike. Dan kita menjaga dekat di belakang spiker dengan posisi menengah atau tinggi. Bola berhasil di blok lawan dan mengenai wajah kita sebelum kita sempat bereaksi intuk menghindar atau menangkis. Nampak jelas kejadian itu memperlihatkan posisi postur tubuh kita jelek sehingga kita tidak siap. Kita seharusnya berada dalam posisi tubuh rendah saat itu agar dapat bereaksi menyelamatkan bola pantul blok.

Dalam bermain voli, posisi tubuh juga penting, misalnya posisi saat melakukan serve ataupun ketika bersiap lompat. Posisi tubuh terbagi dalam 3 posisi—tinggi, sedang, rendah.

Posisi tinggi, digunakan ketika serve, spike, blok, dan mengumpan.


Posisi ini digunakan ketika melompat ke udara atau berdiri merenggangkan kedua kaki dengan jarak sedang. 

Contoh gerakan : 
  • Berat badan terbagi seimbang.
  • Kaki-bahu merenggang bersisian dan posisi melangkah.
  • Lutut sedikit menekuk.
  • Mata selalu fokus mengawasi bola.
  • Kembali ke posisi awal dengan cepat.

Posisi sedang, posisi yang paling pentang karena digunakan selama 70% dari waktu pertandinga, misalnya ketika menerima serve, operan overhead, dan posisi awal hendak melompat.
Contoh gerakan :
  • Posisi kaki merenggang dengan lutut menekuk hingga lutut berada di atas kaki.
  • Bahu condong ke depan hingga berada di depan lutut
  • Lengan sejajar paha dan tangan berada di atas lutut.
  • Tangan siaga tidak berpegangan.
  • Mata selalu fokus mengawasi bola ke arah sasaran.
  • Hentikan pergerakn pada sembarang langkah.

Posisi rendah, digunakan ketika menjangkau bola, berguling, meregangkan kaki, dan ketika menjaga bola pantul di belakang spiker.

Contoh gerakan :
  • Lutut menekuk lebih dari 90 derajat, dan tangan berada di atas lutut.
  • Berat badan diarahkan ke depan bergerak ke arah bola sedekat mungkin .
  • Terima bola atau pukul bola, lalu jatuhkan diri ke lantai dengan mengguanakan bagian tubuh yang meredam benturan.
  • Cepat kembali ke posisi awal untuk melanjutkan pertandingan.

Demikian beberapa penjelasan tentang posisi tubuh yang tepat dalam bola voli, semoga bermanfaat.

Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id 

Bermain Bola Voli Dimana Saja Dan Kapan Saja

Read More
Siapa yang tidak mengenal olahraga bola voli. Bola voli adalah olahraga yang sangat menyenangkan karena bisa dimainkan dimana saja dan kapan saja, Bahkan di tempat yang tidak mungkin pun, bola voli masih bisa dilakukan. 

Banyak kita temui olahraga ini di berbagai tempat karena olahraga ini banyak di minati oleh semua kalangan dari anak kecil sampai dewasa. Jenis olahraga ini merupakan jenis olahraga yang ringan dan mudah untuk dimainkan, dan tidak akan mengganggu waktu anda.











Pertolongan Pertama Ketika Mengalami Cidera

Read More

Ketika kita berolahraga resiko kemungkinan terjadinya cidera cukup besar, oleh karena itu kita harus memahami cara menangani dengan benar cedera tersebut. Berikut ini cara melakukan pertolingan pertama ketika mengalami cedera saat berolah raga.

Pada cidera karena keseleo, benturan, dan jatuh, kebanyakan orang berfikir bahwa mereka harus segera menggunakan minyak gosok pada tempat yang sakit untuk mengurangi sakitnya. Tanpa menyadari bahwa pada saat ini apabila menggosok tempat yang keseleo akan mempercepat aliran darah, menyebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler, meningkatakan pendarahan di tempat yang sakit, sehingga bengkak makin bertambah dam memperparah penyakitnya.
     
Dengan menggunakan prinsip internasional RICE, ada 4 langkah tepat yang dapat dilakukan :
  1. Rest , artinya setelah cidera, tempat yang sakit harus diistirahatkan, dan jangan digerakkan.
  2. Ice/cold , artinya didinginkan dengan es selama 15 menit untuk mengurangi cairan disekitar jaringan, sehingga mengurangi bengkak dan menghentikan pendarahan.
  3. Cloth , artinya membalutkan luka agar lebih stabil dan menghindari cidera makin parah.
  4. Elevation , artinya mengangkat lokasi cidera hingga lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi pembengkakan.

Mudah-mudahan 24-48 jam kemudian bengkak hilang dan sirkulasi darah lancar kembali.

Semoga Bermanfaat..!!


Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id

Cara Menyusun Penyerangan Menggunakan Teknik Operan Overhead

Read More
Dalam permainan bola voli, banyak sekali teknik yang dapat di gunakan terutama dalam melakukan penyerangan. Untuk menghasilkan serangan yang mematikan diperlukan kerjasama yang baik dari sebuah tim. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas teknik penyerangan dengan menggunakan operan overhead.

Bilamana bola yang datang ke arah kita tinggi dan mudah, hal yang kita lakukan adalah memilih menggunakan operan overhead. Teknik ini salah satu teknik dimana kita dapat menguasai bola dengan efisiesi tinngi dan terkontrol dengan baik. Selain operan underhand. Kita menggunakan operan overhead untuk mengirimkan bola kepada rekan kita atau terkadang kepada lawan.

Operan overhead sering dilakukan oleh pengumpan (Tosser). Mengumpan adalah sebuah operan overhead yang dilakukan tosser untuk menempatkan  bola pada suatu posisi kepada penyerang (Spiker). Umpan itu dapat berupa umpan ke belakang atau ke depan. Ketinggian umpan bergantung pada tipe spike yang diinginkan. Dalam bola voli, seorang tosser harus memiliki kemampuan melakukan berbagai jenis umpan. Tosser harus dapat melakukan teknik operan overhead ke arah depan dan belakang tanpa mengubah gaya pengiriman.


Operan overhead digunakan dalam mengumpan ataupun ketika menerima datangnya bola servis lebih tinggi dari bahu dan datang dengan sedikit kekuatan ke arah wajah kita. Kita melakukan operan overhead bila situasinya tepat. Jangan biarkan bola jatuh sampai ketinggian operan lengan depan, karena operan overhead adalah cara terbaik dalam menguasai bola. Tujuan utama penyerangan dalam suatu tim adalah menyelesaikan rangkaian 3 pukulan yaitu mengoper, mengumpan, dan menyerang. Kita mengubah bola yang datang ketika dipukul keras menjadi bola yangmudah diatur. Hal ini mengharuskan kita untuk meredam ketika menerimanya, dan mengirimkan bola yang tinggi dan mudah diterima kepada Tosser.

Pengumpan merupakan sentuhan kedua bagi tim kita dalam 3 langkah usaha penyerangan. Ia harus mengumpankan boal pada posisi dimana penyerang dapat leluasa memukul bola dengan keras ke daerah lawan. Pad kebanyakan situasi penyerangan, seorang pemain ditunjuk sebagai pengumpan. Dan ia merupakan pemain yang melakukan operan overhead terbaik dalam tim tersebut. Pengumpanan menentukan kapan dan seberapa bagus penyerang bertindak. Impan yang baik akan memudahkan penyerang melakukan spike untukmendapatkan poin demi poin.

Dalam voli terdapat 3 jenis umpan dasar, tinggi di luar, cepat, dan umpan ke belakang.
  1. Umpan tinggi di luar adalah umpan yang di letakkan di sebelah kiri lapangan, sehingga bila bola dibiarkan akan jatuh di sebelah kiri lapangan. Umpan ini paling tidak setinggi 6 kaki dari ujung atas net. Dalam umpan yang tinggi ini adalah tanggung jawab penyerang untuk bergerak ke arah bola.
  2. Umpan cepat adalah umpan yang diberikan tepat di dekat depan pengumpan 2 atau 3 kaki di atas net. Dalam umpan cepat ini pengumpan bertanggung jawab atas keakuratan umpan yang diberikan kepada penyerang. Penyerang bergerak maju mendekati pengumpan dan melompat sebelum atau pada saat pengumpan menyentuh bola.
  3. Umpan ke belakang adalah umpan yang di letakkan di belakang pengumpan,biasanya memerlukan lebih sedikit jarak yang ditempuh daripada  umpan tinggi, ketinggian 5-6 kaki di atas net. Umpan ini dilakukan dengan teknik yang sama dengan umpan ke depan tetapi pengumpan membengkokkan punggungnya ke belakang keitika menyentuh bola dan mengarahkan bola lewat atas. Seorang pengumpan yang baik dapat mempersiapkan setiap jenis umpan dengan cara yang sama persis sehingga tidak memberikan petunjuk bagi lawan tentang arah bola yang diumpankan.  

Bagaimanakah melakukan operan overhead?
  1. Bergerak ke arah bola, renggangkan kaki selebar bahu, lutut menekuk, tangan terangkat sekitar 6-8 inci di depan pelipis, dan ibu jari ke mata anda. Bentuklah semacam jendela segitiga dengan ibu jari dan telunjuk, sehingga jemari anda terpisah 2 kali dari jarak ibu jari anda.
  2. Perhatikan bola melalui jendela itu, bahu sejajar dengan sasaran lalu terima bola pada bagian belakang bawah bola. Terima dengan 2 persendian teratas dari ibu jari dan telunjuk.
  3. Pada saat bola mmenyentuh jemari anda, luruskan tangan dan kaki ke arah sasaran. Pindahkan berat badan ke arah sasaran .
  4. Arahkan bola ke sasaran sesuai ketinggian yang diinginkan. Tangan diluruskan sepenuhnya.

Operan overhead bagi pengumpan, yaitu ia mengambil posisi di sebelah kanan lapangan , di dekat net, dan menghadap ke sebelah kiri lapangan. Pengumpanan dilakukan sama seperti melakukan operan overhead sperti langkah-langkah di atas. Ketika kita mengumpankan bola ke penyerang, bola harus berada 1-3 kaki di net sehingga penyerang dapat memukul bola dengan keras tanpa harus menyentuh net. Banyak pengumpan pemula yang mencoba meletakkan bola terlalu dekat ke net, dan hal ini menyebabkan penyerang tidak memeperoleh sudut yang cukup untuk memukul melalui blok lawan. Lawanpun dengan mudah membloknya. Jadi, apabila umpan tidak sempurna, lebih baik umpan tersebut diberikan pada jarak 1-3 kaki dari net, dibandingkan dekat sekali dari net, bahkan kadang melewati net, bloker lawan akhirnya dapat memukul bola liar tersebut.


Kita harus memiliki rasa percaya diri akan kemampuan kita dalam menangani semua bola yang tinggi dan mudah dengan menggunakan operan overhead. Tenaga yang digunakan untuk mendorong bola berasal dari seluruh tubuh, terutama ketika melakukan umpan panjang. Salurkan tenaga ke bola melalui gerakan meluruskan lengan dan kaki, dan pindahkan berat badan ke depan. Sering dikatakan bahwa pengumpan yang baik dapat membuat penyerang yang biasa-biasa saja menjadi tampak baik, dan penyerang yang sangat baik akan memebuat pengumpan yang biasa-biasa saja menjadi tampak baik.

Seorang pengumpan harus dapat mengumpan bola ke daerah serang kepada penyerang tanpa memandang posisi dari operan. Akan lebih mudah jika bola operan pertama itu bagus dan terarah ke pengumpan. Apabila bola pertama tidak sempurna, pilihan terakhir adalah mengumpan dengan operan lengan depan. Ketika menerima bola dari lawan, baik itu servis, sebuah spike, atau bola bebas (free ball), tujuan utama sebuah tim adalah menerima bola dengan baik untuk kemudian mengatur serangan.


Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id

Cara Menyembuhkan Dan Mencegah Cedera Lutut Saat Olah Raga

Read More

Semua hal yang berhubungan dengan kegiatan fisik sangat beresiko terjadinya cedera. Terutama dalam melakukan kegiatan olah raga. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara menyembuhkan dan mencegah cedera lutut saat olah raga.

Cedera lutut adalah salah satu cedera yang paling menakutkan bagi setiap atlet. Apalagi atlet voli dan sepakbola, ketika sudah mengalami cedera lutut akan sangat sulit untuk mencapai top performance kembali seperti sedia kala. Ada banyak penyebab dan faktor yang dapat membuat lutut kita cedera. Untuk itu mari kita bahas satu persatu.

Struktur lutut

Agar lebih mudah untuk pencegahan dan pengobatan cedera lutut, ada baiknya kita mengetahui struktur yang ada di dalam lutut kita. Untuk menyembuhkan cedera lutut kita perlu mengetahui struktur lutut. Lutut adalah sebuah sendi engsel, terletak di antara tulang paha (femur) dan tulang shin (tibia dan fibula).

Kontraksi otot-otot di bagian depan paha (quadriceps) untuk meluruskan kaki, sedangkan kontraksi otot-otot di bagian belakang paha (hamstrings) memungkinkan kaki menekuk di lutut. Bagian akhir dari femur terletak pada cangkir dangkal dari tibia, dengan bantalan yang empuk yakni sebuah lapisan tebal dari tulang rawan.

Pada bagian depan sendi lutut, tempurung lutut atau patela berada pada sebuah alur di ujung bawah tulang paha. Sendi ini lebih lanjut didukung pada setiap sisinya oleh tulang-tulang rawan tambahan, yang berada di antara sendi lutut. Tulang-tulang tersebut dijaga di tempat oleh pita keras dari jaringan terikat yang disebut ligament-ligamen. Seluruh sendi ditutup di dalam kapsul keras yang dilapisi dengan membran dan diisi dengan cairan pelumas sinovial. Kapsul-kapsul ekstra dari cairan, yang dikenal sebagai bursae, menawarkan bantalan ekstra. 

Ada empat ligamen di lutut yang rawan cedera:


  1. Ligamentum cruciatum anterior (ACL) adalah salah satu dari dua ligamen utama di lutut. Ini menghubungkan tulang paha ke tulang tulang kering di lutut. Cedera ACL adalah penyebab umum dari kecacatan di lutut. Di AS, 95.000 orang mendapatkan mereka setiap tahun. Mereka lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.
  2. Posterior ligamen (PCL) adalah ligamentum utama kedua pada lutut yang menghubungkan tulang paha ke   tulang tulang kering di lutut.
  3. Lateral ligamen kolateral (LCL) menghubungkan tulang paha ke fibula, tulang kecil kaki bagian bawah pada sisi samping atau luar lutut.
  4. Medial ligamen kolateral (MCL) juga menghubungkan tulang paha ke tulang  pada sisi medial atau lutut

Penyebab cedera lutut 

Sebaiknya dihindari, lebih baik mencegah daripada mengobati,  Untuk menghindari cedera Lutut kita perlu tahu aktivitas penyebab cedera lutut. Aktivitas tersebut seperti olahraga berlebihan, tidak melakukan pemanasan sebelum berolahrga, aktivitas memutarkan lutut sementara kaki diam, dan memaksakan lutut bekerja terlalu berat. Aktivitas lain penyebab cedera lutut antara lain:
  • Posisi melompat kemudian mendaratkan kaki dengan posisi lutut tertekuk. Posisi seperti ini akan menyebabkan benturan keras pada lutut sehingga tempurung lutut menjadi cedera;
  • Berlari cepat kemudian tiba-tiba berhenti, menyebabkan shock pada sendi lutut;
  • Secara tiba-tiba memindahkan barang/beban pada kaki;
  • Trauma karena kecelakaan, atau pukulan langsung pada lutut dapat menyebabkan cedera ligamen di berbagai lokasi pada bagian atas, luar atau di dalam lutut itu sendiri;
  • Bentuk struktur dari sendi lutut juga dapat menyebabkan gangguan fungsi dari sendi lutut. Seseorang memiliki satu kaki lebih pendek dari yang lain menyebabkan posisi lutut tidak sejajar. Bentuk telapak kaki datar cenderung mengalami masalah lutut lebih sering dikarenakan seseorang yang memiliki bentuk kaki datar lebih cepat lelah dalam beraktivitas (berlari, berjalan) dibandingkan dengan orang yang memiliki telapak kaki berlekuk (cekung) sehingga apabila dipaksakan untuk beraktivitas akan menyebabkan cedera pada lutut;
  • Berat badan seseorang juga menjadi salah satu penyebab mudah terjadi cedera lutut. Kelebihan berat badan menyebabkan lutut menjadi sulit menopang tubuh sehingga mudah terjadi ketidakseimbangan fungsi kerja lutut.

Yang Terjadi saat Mengalami Cedera Lutut

Ketika lutut mengalami cedera, bisa menimbulkan rasa nyeri, memar, atau bengkak. Ketiga hal tersebut bisa diderita selang beberapa menit setelah seseorang mengalami cedera lutut. Terjepitnya jaringan saraf atau rusaknya pembuluh darah adalah dua kondisi yang umumnya terjadi dan menjadi penyebab rasa sakit.

Akibat lain yang biasa ditimbulkan akibat cedera lutut adalah mati rasa pada kaki bagian bawah. Selain itu, kaki bagian bawah bisa jadi merasakan lemah, dingin, kesemutan, kebiruan, atau pucat.

Penyebab lutut mengalami cedera secara tiba-tiba bisa dikarenakan oleh benturan langsung pada lutut. Selain itu, lutut bisa mengalami cedera karena menjadi tumpuan saat memutar tubuh, jatuh, atau menekuk lutut. Cedera lutut secara tiba-tiba biasa disebut cedera akut.
  
Berbagai Jenis Cedera Lutut

Karena lutut terdiri dari berbagai bagian, maka cedera lutut juga terbagi ke dalam berbagai macam. Di bawah ini adalah sebagian kondisi cedera lutut yang sering terjadi.

Cedera lutut - Ligamen yang keseleo



Sendi lutut dijaga secara bersama-sama oleh pita keras dari jaringan terikat yang disebut ligament-ligamen. Putaran secara tiba-tiba atau kekuatan yang berlebihan pada sendi lutut, sering disebabkan oleh melompat secara berulang-ulang atau berhenti secara cepat ketika sedang berjalan, dapat meregangkan ligamen di luar kemampuan mereka. Ligamen-ligamen yang robek dapat berdarah hingga ke lutut dan biasanya menyebabkan pembengkakan, nyeri dan kelemahan sendi. 

Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang berada di tengah sendi adalah ligamen lutut yang sering terluka. Sebuah ACL yang pecah tidak akan sembuh dengan sendirinya. Mungkin memerlukan operasi rekonstruktif untuk menyembuhkan cedera lutut berupa ACL yang pecah.

Cedera lutut karena keseleo terbagi lagi menjadi tiga berdasarkan tingkat kerusakan pada ligamen.

Keseleo tingkat 1: lutut tetap stabil, namun tidak ada kerobekan pada ligamen. Rasa sakit juga timbul pada ligamen.
Keseleo tingkat 2: ketidakstabilan lutut terkena dampak yang ringan karena adanya sebagian serat ligamen yang mengalami kerobekan.
Keseleo tingkat 3: lutut terkena dampak yang berat karena serat ligamen benar-benar mengalami kerobekan parah.
  
Cedera lutut - Tendon yang robek



Otot-otot berlabuh di sendi dengan tendon-tendon. Tendon-tendon yang terlalu meregang dapat robek dan berdarah, namun cedera lutut ini cenderung dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu operasi.

Cedera lutut - Tulang rawan yang robek


Sendi lutut didukung pada kedua sisinya dengan strip-strip tambahan dari tulang rawan, yang disebut dengan 'menisci' atau tulang rawan semilunar. Salah satu cedera lutut yang paling umum adalah sebuah robekan atau split dari meniskus. Dampak yang parah atau memutar, terutama selama latihan berat yang dialami oleh bantalan tersebut, dapat merobek tulang rawan ini. Robekan meniskus juga bisa terjadi pada orang tua karena keausan. 

Gejala-gejalanya termasuk pembengkakan, rasa sakit dan ketidakmampuan untuk meluruskan kaki. Menyembuhkan cedera lutut berupa tulang rawan yang rusak dapat dipangkas dengan operasi atau bahkan diangkat tanpa menimbulkan ketidakstabilan sendi.
   
Cedera lutut - Sindrom nyeri pada patello-femoral



Cedera lain yang bisa menimpa lutut adalah sindrom nyeri patellofemoral atau biasa disebut dengan penyakit lutut pelari. Ada pula cedera yang dinamakan kondromalasia patella. Penyebab kedua jenis kondisi lutut tersebut adalah kerusakan berulang pada struktur lutut yang didasari oleh genetik maupun oleh cara menggerakkan lutut yang salah saat beraktivitas.

Sindrom nyeri pada patello-femoralis ditandai dengan nyeri yang terasa di belakang tempurung lutut. Jongkok, berjalan naik dan turun bukit atau tangga, atau duduk diam untuk waktu yang lama dapat memperburuk rasa sakit itu. Penyebab umum adalah gerakan abnormal dari tempurung lutut karena lutut yang ditekuk dan diluruskan. Hal ini dapat menyebabkan cedera lutut berupa keausan tulang rawan yang terdapat di bagian belakang tempurung lutut. Ketidakseimbangan kekuatan otot, otot-otot tegang dan kelainan struktural dari ekstremitas bawah dapat berkontribusi pada masalah ini. Rasa sakit akibat cedera lutut ini biasanya datang secara bertahap dari waktu ke waktu.

Bursitis


Cedera lutut lainnya biasa disebut dengan bursitis, yaitu iritasi atau infeksi yang terjadi pada kantung berisi cairan lutut atau disebut bursa. Bursa sendiri berfungsi sebagai peredam kejut untuk meminimalkan gesekan antarjaringan yang membentuk lutut, seperti otot dan tendon di sekitar sendi. Terdapat dua bursa utama di lutut, yaitu yang berada di atas tempurung lutut dan yang terletak di ujung tulang tibia.

Meniskus


Cedera meniskus terjadi jika ada kerusakan di bagian dalam lutut seseorang. Meniskus sendiri adalah kata jamak dari menisci, yaitu potongan-potongan semibulat dari tulang rawan yang memiliki fungsi sebagai peredam kejut. Selain peredam kejut, bagian ini berfungsi sebagai bantalan halus bagi tulang paha atau femur. Cedera lutut jenis ini bisa terjadi karena terlalu banyak digunakan ataupun berjalan alami seiring menuanya usia.

Tegang otot lutut


Ketegangan pada lutut terjadi ketika otot di sekitar lutut  alias tendon terentang akibat terlalu dalam menekuk atau terlalu melebar saat peregangan. Selain menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, hal ini juga bisa menyebabkan terganggunya fungsi lutut, terutama untuk keleluasaan bergerak.

Dislokasi tempurung lutut


Tempurung lutut atau patella bisa berpindah lokasi ke sisi lutut. Meski sangat menyakitkan, namun dislokasi ini biasanya tidak menyebabkan jiwa seseorang terancam.

Dislokasi sendi

Jika lutut mengalami hantaman kuat, maka kemungkinan mengalami dislokasi sangat tinggi. Benturan bisa saja terjadi saat melakukan olahraga atau ketika mendapat kecelakaan kendaraan bermotor. Cedera lutut jenis ini menyebabkan kerusakan parah pada semua komponen penyusun lutut. Kerusakan juga bisa menimpa sistem saraf dan pembuluh darah pada lutut.

Fraktur lutut

Fraktur pada lutut biasanya diakibatkan oleh hantaman langsung ke tulang lutut. Biasanya hal ini disebabkan karena saat jatuh, tempurung lutut dijadikan sebagai penahan bobot tubuh. Fraktur juga bisa menimpa tulang tibia karena tekanan mendadak ke lutut terutama bagi mereka yang sudah menderita osteoporosis.

Pertolongan pertama untuk cedera lutut pada 48 sampai 72 jam pertama

Menyembuhkan cedera lutut pada sesaat setelah terjadi. Saran-saran untuk pengobatan pertolongan pertama dari cedera lutut adalah sebagai berikut:
  1. Segera hentikan aktivitas Anda. Jangan bekerja dengan rasa sakit.
  2. Istirahatkan sendi.
  3. Kurangi rasa sakit, pembengkakan dan pendarahan internal dengan balok-balok es, terapkan selama 15 menit setiap beberapa jam.
  4. Balut lutut dengan rapat dan perpanjang balutan tersebut hingga kaki bagian bawah. Naikan kaki yang terluka.
  5. Jangan menerapkan sesuatu yang panas pada sendi.
  6. Hindari alkohol, karena hal ini mendorong pendarahan dan pembengkakan.
  7. Jangan memijat sendi, karena hal ini mendorong pendarahan dan pembengkakan.

Langkah awal penyembuhan cedera lutut

Cara menyembuhkan cedera lutut dimulai dari langkah awal atau pertolongan pertama. Beberapa tindakan sebagai langkah awal penyembuhan cedera lutut, yaitu:
  1. Penderita harus istirahat total untuk mencegah cedera menjadi semakin parah;
  2. Posisikan (angkat) kaki sehingga sedikit lebih tinggi dari posisi tubuh ketika duduk/berbaring. Hal ini dapat dilakukan dengan menyangga lutut dengan menggunakan bantal. Hal ini dilakukan agar lutut tidak tertekuk yang dapat memperparah kondisi kaki, selain itu penyanggaan pada bagian lutut dilakukan agar tidak terjadi benturan pada lutut yang dapat menyebabkan cedera lutut bertambah parah;
  3. Perban lutut dengan menggunakan perban elastis untuk menghindari pembengkakan pada daerah lutut yang mengalami cedera;
  4. Apabila terjadi pembengkakan, sebagai langkah awal untuk mengurangi pembengkakan tersebut dapat dilakukan dengan pengompresan menggunakan air es, atau es yang dimasukkan ke dalam kantong kompres kemudian dikompreskan secara berkala (sekitar 5 menit sekali) pada bagian yang bengkak sampai bengkaknya berkurang;
  5. Apabila masih terasa sangat nyeri, minum obat pereda rasa nyeri atau obat anti inflamasi untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan;
  6. Apabila kondisi tak kunjung membaik, sebaiknya kunjungi dokter ahli, biasanya dokter ahli akan melakukan terapi dan mengkondisikan lutut ke kondisi norma dengan beberapa latihan.

Jika cedera bersifat berat dan dirasa tidak mungkin sembuh dengan sendirinya, hubungi dokter atau fisioterapis. Beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter atau fisioterapis pada cedera lutut, antara lain:

Operasi terbuka

Jika lutut mengalami cedera parah dan membutuhkan perbaikan menyeluruh, maka operasi terbuka bisa dilakukan.

Operasi artroskopik

Biasanya operasi ini dilakukan kepada mereka yang mendapatkan cedera tulang rawan. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di lutut kemudian memasukkan instrumen operasi melalui sayatan tersebut.

Penarikan cairan atau aspirasi

Hal ini akan dilakukan jika sendi lutut mengalami pembengkakan parah sehingga cairan di dalamnya harus dikeluarkan melalui jarum.

Fisioterapi

Ini adalah cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak dan kekuatan lutut. Cara ini juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat cedera.
Karena cedera lutut bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, maka kita harus mengetahui langkah perawatannya. Sebagai langkah awal, untuk mengurangi risiko cedera, jangan membawa barang atau memberikan beban terlalu berat pada lutut karena bisa menambah tingkat keparahannya.

Dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut, maka dimungkinkan lutut akan membaik dan dapat beraktivitas secara normal kembali.

Tips mencegah terjadinya cedera lutut

Anda mungkin dapat mencegah terjadinya cedera lutut jika Anda:
  1. Melakukan pemanasan sendi dan otot dengan lembut melalui gerakan olahraga atau kegiatan Anda dan peregangan otot-otot.
  2. Kenakan alas kaki (Sepatu) yang tepat.
  3. Hindari untuk melakukan gerakan yang tiba-tiba.
  4. Cobalah untuk menggunakan kaki Anda ketika Anda mengubah arah, daripada memutar melalui lutut-lutut Anda.
  5. Melakukan pendinginkan setelah latihan dengan melakukannya secara ringan, mudah dan peregangan yang berkelanjutan.
  6. Membangun sebuah program latihan secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu.

Kita bisa mencegah cedera lutut sehingga tidak harus menyembuhkan cedera lutut. Banyak Olahragawan yang karirnya tamat dan meredup setelah mengalami cedera lutut parah, seperti Ronaldo Nazario Lima, Michael owen, Radamel Falcao, dan banyak lagi. Untuk itulah diperlukan kesadaran dan pengetahuan yang cukup bagi para olahragawan, baik itu profesional bahkan amatir sekalipun.

Sekian tips mencegah dan menyembuhkan cedera lutut. Semoga bermanfaat.


Sumber : volleyballgameinfo.blogspot.co.id