Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts

Pengertian, Teknik dan Macam-Macam Spike/Smash Dalam Bola Voli

Read More

Bola voli merupakan olahraga yang sangat mengasikan, karena dimainkan oleh dua tim yang dimana masing-masing timnnya terdiri dari enam orang. Dalam permainan bola voli ada beberapa tugas dan tanggung jawab masing-masing pemain, diantaranya ada seorang tosser/setter, libero dan spike yang sering kita sebut seorang pemukul/penyemes. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian dan cara melakukan smash juga macam-macam smas dalam bola voli.

Spike adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas, sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada diatas net, maka bola dapat dipukul ke bawah (M. Mariyanto, 2006 : 128)”. Biasanya pukulan ini mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan. Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas jaring untuk dimasukkan ke daerah lawan.

Untuk melakukan smash dengan baik harusnya memperhatikan faktor-faktor berikut : 

1. Awalan

Berdiri dengan salah satu kaki dibelakang sesuai dengan kebiasaan individu (tergantung smasher normal atau kidal).Langkahkan kaki satu langkah ke depan (pemain yang baik dapat mengambil ancang-ancang sebanyak 2-4 langkah). Kedua lengan mulai bergerak ke belakang. Berat badan berangsur-angsur merendah untuk membantu tolakan. 

2. Tolakan

Langkahkan kaki selanjutnya hingga kedua telapak kaki hampir sejajar dan salah satu kaki agar kedepan sedikit untuk mengerem gerak ke depan dan sebagai persiapan melompat ke arah vertikal. Ayunkan kedua lengan ke belakang atas sebatas kemampuan kaki ditekuk sehingga lutut membuat sudut ±110°, badan siap untuk melompat dengan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki yang di depan.

3. Meloncat

Mulailah melompat dengan tumit dan jari kaki terhentak lantai dan mengayunkan kedua lengan ke depan atas, saat kedua kaki mendorong naik ke atas, telapak kaki, pergelangan tangan, pinggul dan batang tubuh digerakkan serasi merupakan rangkaian gerak yang sempurna, gerakan eksplosif dan loncatan vertikal.


4. Memukul Bola 

Jarak antara di depan atas sejangkauan lengan memukul, segera lecutkan lengan ke belakang kepala dan dengan cepat lecutkan ke depan sejangkauan lengan terpanjang dan tertinggi terhadap bola.

5. Mendarat

Mendarat dengan kedua kaki mengeper, lutut lentur saat mendarat untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, mendarat dengan jari-jari kaki (telapak kaki bagian depan) dan sikap badan condong ke depan.

Spesialisasi Smash dalam Bola voli

Bola voli modern saat ini yang sering kita lihat, sudah menerapkan spesialisasi atau suatu posisi yang ditentukan berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Bola voli beberapa waktu yang lampau sebenarnya sudah menerapkan spesialisasi ini hanya saja spesialisasi hanya terbataspada tosser/setter, spiker, dan libero. Spiker pada saat itu bertugas sesuai dengan posisi yang di tempati sesuai perputaran rotasi, sehingga seorang spiker dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menyerang dengan berbagai variasi bola dan bertahan di semua daerah bertahan dibelakang. Sebenarnya pola seperti itu tidak buruk dilihat bahwa seorang pemain harus menguasai semua kemampuan teknik dalam bola voli (semua variasi serangan dan bertahan), tetapi dengan peraturan yang berubah saat ini maka dibutuhkan penguasaan maksimal dari pemain dengan hanya menugaskan seorang pemain untuk menguasai satu jenis serangan (Open Spike/Ace Spiker, Quicker, All  round  dll). Dengan adanya spesialisasi tersebut makan diharapkan permainan bola voli bisa lebih menarik untuk ditonton dan tercipta suatu permainan yang sangat dinantikan oleh para penggemarnya.


Macam-macam Smash Dalam Bola Voli yaitu :

1. Open

Pemukul melakukan gerak awalan setelah bola lepas dari tangan pengumpan, bola dipukul dipuncak loncatan dan jangkauan lengan yang tinggi. Pemukul menyerang dengan bola-bola open(membuka) dan tinggi diatas net ( 4 – 7 meter diatas net ). 

2. Semi All Round

Setelah bola lepas di passing ke arah pengumpan, pemukul harus mulai bergerak perlahan ke depan dengan langkah tetap menuju ke arah pengumpan. Pemukul ini memiliki kemampuan lebih lengkap dalam menyerang maupun bertahan, memiliki kemampuan tinggi mengolah bola semi ( tanggung ). Seorang all round biasanya menyerang diposisi 2 (kanan-depan) tetapi pemain ini menyerang diberbagai posisi.

3. Quick 

Begitu melihat bola passing ke pengumpan, maka pemukul melakukan awalan secepat mungkin dengan langkah yang panjang. Timing meloncat sebelum bola diumpan dengan jarak satu jangkauan lengan memukul dengan bola yang akan diumpan. Quicker menyerang dengan bola-bola cepat dan tidak tinggi (0 – 0,5 meter diatas net ). Biasanya seorang quicker adalah orang yang paling tinggi di tim tersebut karena bertugas sebagai center block juga.

4. Straight 

Smasher sebelum melakukan gerakan awalan, terlebih dahulu bergerak ke luar lapangan mendekati tiang net, smasher melakukan awalan bergerak arah paralel dengan jaring. Begitu bola sampai dibatas tepi jaring dengan ketinggian optimal bola, segeralah melompat dan langsung memukul secepatnya.

5. Drive

Smash ini biasanya digunakan oleh pemain untuk bola jauh dari net, saat melompat smasher agak dekat di bawah bola, berbeda dengan saat melompat pada smash normal.

6. Dummy / Tip

Pemain melakukan gerakan sama dengan pada waktu hendak melakukan smash, tetapi pada waktu kontak dengan bola, bola tidak dipukul melainkan disentuh saja dengan jari tangan.

7. Bola 3 meter / Pipe

Smash ini adalah serangan yang dilakukan dari belakang garis serang, pemukulnya seorang pemain garis belakang.

8. Kijang

Biasanya umpan bola back, pemukul melakukan langkah panjang dan naik dengan tolakan loncatan menggunakan satu kaki, pemukul tangan kanan menolak dengan tangan kiri.

9. Double Step

Smash dengan menggunakan gerak tepi, disini pemukul melakukan dua kali gerakan untuk melakukan tolakan loncatan.

10. Step L

Smash ini hampir sama dengan smash normal, tetapi gerakan awal berbeda. Pemukul seakan-akan bergerak memukul Straight, tetapi kemudian pemukul bergerak ke tengah karena pengumpan mengumpan bola di tengah depan.


Teknik Melakukan Serangan Berganda Yang Mematikan Dalam Bola Voli

Read More

Dalam permainan bola voli, teknik penyerangan yang mematikan sangat di perlukan dalam sebuah pertandingan. Karena dengan penyerangan yang mematikan bisa mendapatkan poin. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang teknik melakukan serangan berganda yang mematikan. 

Dalam line-up tim kita memiliki 5 pemain yang memiliki kemampuan spike dengan baik secara konstan. Pengumpan memilki sedikit kesempatan untuk memebuat mereka menunujukkan kemampuannya. Hal ini memebutuhkan lebih banyak pilihan untuk melakukan penyerangan. Ketika kita memiliki paling tidak 5 orang spiker dan 1 setter (5-1), tim kita telah siap untuk memepergunakan serangan berganda. Bila kita hanya memiliki 4 spiker dan 2 setter, adalah lebih baik cukup mempergunakan penyerangan sederhana daripada kita mengalami kegagalan ketika menggunakan penyerangan berganda.

Serangan berganda dilakukan bila pengumpan berada di barisan belakang. Jadi sebuah tim dapat menyerang melalui 3 posisi barisan depan -- LF, CF,  RF – dan semua adalah spiker. Hal ini akan lebih menarik bila tim kita melakukan spesialisasi. Penyerangan 5-1 adalah sistem yang sering digunakan dalam pertandinga internasional. Selama 3 kali rotasi pengumpan berada di barisan depan, dan selama 3 rotasi yang lain pengumpan berada di barisan belakang. Pengumpan bergerak dari barisan belakang dan mengirimkan umpan ke penyerang depan.


Suatu tim dapat memformulasikan dan menjalankan suatu sistem permainan dengan berbagai macam kombinasi penyerangan yang secara variatif lebih banyak daripada sistem penyerangan sederhana. Pengumpan pun dapat melancarkan serangan ketika sedang berada di barisan depan. Pengumpan dapat melakukan banyak tipuan yang sangat efektif, yaitu dengan memukul bola pukulan kedua ke arah lapangan lawan sebagai sebuah spike, tip atau spike pelan.


Penerimaan Servis

Dalam metode penyerangan 5-1, suatu tim dapat pula melakukan berbagai variasi pola penerimaan servis yang dapat menyembunyikan pengumpan pada posisinya. Perbedaan utama antar formasi-W penerimaan servis penyerangan sederhana dan penyerangan berganda adalah bersangkutan dengan kedua pemain. Pada penyerangan berganda, pengumpan adalah pemain barisan belakang, dan tidak boleh menerima servis, bersembunyi di belakang pemain depan, bukan mengambil posisi di dekat net.




Ketika pengumpan berada di posisi sebagai pemain kanan belakang atau tengah belakang, pergerakan ke arah net akan lebih mudah. Di mana posisi ideal bagi pengumpan untuk bebagi bola kepada spiker adalah di bagian tengah depan agak ke kanan (diantara CF dan RF). Tetapi, ketika pengumpan berada pada posisi kiri belakang, pergerakan menjadi sulit karena agak jauh dari posisi idealnya. Pengumpan harus memulai gerakan mendekati net segera setelah servis dilakukan. Kelima pemain yang lain tetap berada pada posisi normalnya.

Pengumpan bergerak ke arah net, mengambil posisi diantara CF dan RF, menghadap ke sisi kiri, sisi yang terkuat dari lapangan. Dan siap mengumpan kepada 3 spiker depan, bisa dengan kombinasi serangan yang variatif. Pengumpan tetap berada disana sampai servis berikutnya. Ketika pengumpan berusaha menyamarkan lokasinya, pengumpan harus memastikan bahwa ia tidak menghalangi pemain lain yang berada disampingnya. 

Menjaga Penyerang


Pada serangan berganda, penjagaan terhadap penyerang bisa dilakukan dengan cara yang sama dengan serangan sederhana, yaitu 3 orang membentuk setengah lingkaran mengelilingi penyerang, dan 2 orang lain di belakang 
3 penjaga.



Ketika pengumpan berada di posisi awal LB dan CB pada saat penerimaan servis, pengumpan dispesialisasikan kembali ke posisi RB dan tetap berada disana sampai servis berikutnya. Karena dalam posisi RB ia akan lebih mudah bergerak ke net, selain itu daerah ini juga merupakan daerah yang paling sedikit kemungkinannya untuk diserang dikarenakan jalur bertenaga dari sisi terlemah lawan.

Pemain CF menjaga di posisi dekat dengan net karena pemain ini diharapkan akan bergerak mendekati net untuk menerima suatu umpan cepat ketika serangan balasan. Bila CF tidak bergerak ke dekat net untuk menerima umpan cepat, pengumpan akan mengalami kesulitan untuk bergerak membentuk penjagaan tanpa harus menabrak CF.  

Bila pengumpan tidak dengan terpaksa menjangkau bola ketika bertahan, maka pengumpan harus selalu bersiap sedia untuk mengarahkan suatu serangan.

Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id

Cara Meningkatkan Kekuatan Bahu Untuk Pemain Bola Voli

Read More

Pada permainan bola voli, selain kekuatan tangan dan tolakan loncat yang tinggi, perlu diperhatikan juga kekuatan bahu, ini diperlukan untuk menambah kekuatan smash dan yang lainnya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas cara meningkatkan kekuatan bahu pada bola voli.

Push up mungkin menjadi jawaban untuk meningkatkan fungsi bahu. Dengan melakukan variasi latihan push up, Anda dapat meningkatkan fungsi otot seratus anterior (sebuah pemutar atas seringkali lemah). Push up pada Bola medicine atau physioball.

Melakukan push up pada permukaan yang tidak stabil meningkatkan keterlibatan triseps sebagai penstabil bahu. Melakukan push up pada permukaan yang tidak stabil meningkatkan keterlibatan abdominus rektus dalam menstabilkan inti tubuh .

Push up Melatih Variasi Multi Arah Stabilitas Bahu.

Pemain voli perlu mempersiapkan untuk kejutan/kekagetan yang terjadi pada sendi bahu dari banyaknya ayunan pukulan dalam waktu yang panjang. Setiap kali ayunan pemain bola voli pada saat memukul bola, di sisi lain melakukan pengulangan yang memerlukan keseimbangan yang baik dengan stabilitas bahu. Ketika merancang program pelatihan voli , latihan harus dipertimbangkan untuk mempersiapkan  masing-masing dampaknya pada bahu.

Berikut adalah beberapa variasi push up pemain voli untuk meningkatkan stabilitas bahu.

1. Offset Push Up Variasi push up  dilakukan dengan bola medicine multi-arah untuk stabilitas bahu.
  • Tujuan :
Meningkatkan aktivasi, kekuatan, dan stabilitas dari otot-otot bahu.
  • Posisi Mulai :
Upayakan dapat  mendorong ke dasar sampai posisi (pada jari kaki, perut ketat dan dalam garis dengan punggung atas dan pinggul) dengan lengan diperpanjang pada lebar bahu. Tempatkan bola bawah tangan kanan Anda.
  • Aksi :
        Perlahan-lahan menurunkan tubuh Anda sampai dada pada ketinggian yang sama seperti bola. Kembali ke posisi awal dan ulangi untuk jumlah pengulangan yang diinginkan. Berganti tangan dan ulangi latihan.
  • Pelatihan isyarat :
Variasikan kecepatan gerakan dan jumlah pengulangan tergantung pada tujuan latihan anda.

2. Medicine Ball Push Up trisep

Bola medicine mendorong trisep untuk bekerja terutama pada bagian trisep dan juga melatih gerakan multi-directional dari stabilitas bahu.
  • Tujuan :
Meningkatkan aktivasi, kekuatan, dan stabilitas dari otot-otot bahu. Juga, meningkatkan kekuatan di dada, trisep, dan otot-otot batang.
  • Posisi Mulai :
Dapatkan dalam mendorong dasar sampai posisi (pada jari kaki, perut ketat dan dalam garis dengan punggung atas dan pinggul) dengan lengan diperpanjang pada lebar bahu. Tempatkan bola di tanah antara tangan Anda.
  • Aksi :
Tempatkan kedua tangan Anda di atas bola. Turunkan tubuh Anda perlahan-lahan sambil menjaga tubuh Anda lurus. Rendah sejauh mungkin. Kembali ke posisi awal dan ulangi latihan.
  • Pelatihan isyarat :
Menjaga posisi tubuh yang tepat dalam seluruh gerakan.

3. Medicine Ball Berjalan

Berjalan stabilitas  multi-arah bahu. Keuntungan dari berjalan adalah gerakan lebih dinamis yang menghasilkan efek yang lebih baik dan untuk latihan plyometric .
  • Tujuan :
Meningkatkan aktivasi, kekuatan, dan stabilitas dari otot-otot bahu.
  • Posisi Mulai :
Posisi mendorong dasar sampai posisi (pada jari kaki, perut ketat dan dalam garis dengan punggung atas dan pinggul) dengan lengan diperpanjang pada lebar bahu. Tempatkan bola bawah tangan kanan Anda.
  •  Aksi :
Pergeseran berat badan Anda ke tangan kanan dan kemudian tempat tangan kiri Anda ke bola juga. Bola sekarang harus langsung di bawah dada Anda. Mendukung berat tubuh Anda dengan tangan kiri Anda, tempatkan tangan kanan di tanah. Ulangi gerakan dalam arah yang berlawanan. Ulangi berjalan dari tangan Anda bolak-balik untuk jumlah pengulangan yang diinginkan.
  • Isyarat Pelatihan :
Menyentuh tangan harus cepat ke tanah dan di bola untuk mendapat lebih  efek dari plyometric.

Teknik Menyerang Sederhana Dengan 2 Pemain Depan

Read More

Pemain lawan melakukan servis dengan baik, lalu bola jatuh di atas lapangan kita. Sala satu pemain kita menerima bola dengan baik. Kemudian tiga orang pemain depan saling berteriak meminta umpan untuk di smash. Lalu ketika mereka berusaha untuk menerima bola, ketiga pemain itu saling bertabrakan karena semuanya ingin melakukan smash.

Mereka saling melihat satu sama lain dengan rasa frustasi, karena masing-masing merasa bahwa  ia yang merasa ia yang seharusnya menerima bola. Mengorganisasikan permainan suatu yang sangat penting, dimana formasi berbeda digunakan pada setiap situasi berbeda yang terjadi dalam suatu rally. Pengorganisasikan pergerakan dalam lapangan menjadi formasi-formasi yang menjadi berbeda yang biasa disebut menyerang atau bertahan.

Penyerangan Sederhana

Apabila kita telah menguasai teknik-teknik dasar dan mulai bertanding dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya, kita harus belajar dan menggunakan berbagai macam strategi menyerang dan bertahan. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi antara kita dan pemain lain, membantu mempertahankan pola permainan yang telah teroganisir. Strategi permainan yang harus kita pelajari adalah penyerangan 4-2, yang dianggap sebagai teknik yang mudah dilakukan.

Pengaturan penyerangan biasanya diberi nama dengan penomoran angka-angka; angka pertama adalah jumlah pemain yang tugas utamanya adalah penyerang, dan angka kedua adalah jumlah pemain yang berfungsi sebagai pengumapan. Oleh karena itu, dalam penyerangan 4-2, 4 pemain berperan sebagai penyerang dan 2 pemain sebagai pengumpan. Pada awalnya, pengumpan berada di posisi tengah depan dan tengah belakang. Pengumpan tengah depan bertanggung jawab melakukan pengumpanan sampai terjadi rotasi ke kanan belakang. Lalu pada saat itu pengumpan kedua berada di posisi kiri depan untuk mengambil alih pengumpanan. 

Penyerangan 4-2 internasional sama dengan penyerangan 4-2 normal. Perbedaannya adalah pada posisi pengumpan 4-2 internasional ini berada di kanan depan. Penyerangan 4-2 biasanya merupakan teknik penyerangan pertama yang dipelajari oleh suatu tim. Disebut penyerangan sederhana karena pengumpan berada di salah satu 3 pemain depan. Jadi, apabila salah satu adalah pengumpan, maka 2 pemain lain adalah penyerang. Ketika membahas masing-masing penyerangan, kita akan mendiskusikan 2 bidang : formasi penerimaan servis dan formasi menjaga penyerang.


Penerimaan Servis

Selama bertahun-tahun, banyak pola pdnerimaan servis yang telah diperkenalkan. Formasi tradisional berbentuk huruf W tetap menjadi pola penerimaan servis yang pakling banyak digunakan pada permainan tingkat pemula. Di sini akan berkonsentrasi pada formasi-W. Karena ketika digunakan, semua pemain akan memiliki kesempatan untuk mnejadi penerima servis. Dalam semua formasi penerimaan servis, pengumpan dalan keadaan apapun tidak diperkenankan untuk menerima servis. Oleh karena itu, pengumpan mengambil posisi di dekat net atau bersembunyi di belakang pemain lain.


Sebelum bola benar-benar dipukul, semua pemain harus berjajar pada posisi rotasi mereka yang benar. Posisi rotasi adalah posisi di mana pemain harus berada dalam formasi awal selama servis belum dilakukan. Posisi bermain adalah posisi yang diambil pemain segera setelah servis dilakukan. Pemain dapat menempatkan posisinya di manapun, terkecuali hanya pemain depan boleh melakukan serangan dan blok di depan garis serang. Pemain belakang boleh menyerang di belakang garis serang.

Karena para pemain diperbolehkan untuk menempati posisi manapun setelah servis dilakukan, spesialisasi menjadi sangat populer. Ketika suatu tim menerpakan spesialisasi, setiap pemain pada dasarnya memainkan 2 posisi , yaitu ketika berada di garis depan dan ketika di garis belakang.




Formasi-W Penerimaan Servis Pengumpan pada Posisi Kiri Depan (LF) 



Formasi-W Penerimaan Servis Pengumpan pada Posisi Tengah Depan (CF) .



Formasi-W Penerimaan Servis Pengumpan pada Posisi Kanan Depan (RF) .

Pada  gambar di mana pengumpan bersembunyi di dekat net dan memulai pada posisi rotasi yang benar. Segera setelah servis dipukul, pengumpan tetap berada di tengah depan (CF), dan bergerak ke posisi tengah depan apabila ia di posisi LF atau CF, sehingga ia memperoleh 2 pilihan serangan, umpan ke depan atau umpan ke belakang. Pengumpan selalu menghadap ke garis pinggir kiri, dengan kaki kanan di depan. 

Melindungi Penyerang

Terdapat 5 kemungkinan hasil dari suatu serangan. Tiga dari hasil tersebut, bola mati dan permainan selesai. Permainan berakhir dengan bola mati disebabkan :
  • Spike dengan bola jatuh ke lantai.
  • Spike dengan bola keluar lapangan atau melakukan kesalahan.
  • Bloker memblok bola masuk ke lapangan kita atau bola keluar lapangan atau melakukan kesalahan.
Hasil keempat dan kelima dari serangan, bola tetap dapat dimainkan. Yaitu, pemain belakang bisa menjangkau bola dan bersiap melakukan serangan balasan, atau bloker berhasil memblok bola dan bola berada berada di sisi lapangan kita. Bila blok lawan berhasil, bola jatuh dengan cepat ke lantai. Dengan demikian terlihat bahwa daerah ini rawan yang harus diawasi dan dijaga.




Pada penjagaan 3-2, tiga dari pemain kita membentuk setengah lingkaran mengelilingi penyerang samping, dan kedua pemain lain mengisi tempat kosong di belakang tiga pelindung itu. Pemain yang terdekat dengan garis pinggir adalah pemain barisan belakang yang berada di sisi lapangan yang sama dengan penyerang pemain yang berada di tengah di antara ketiga pemain itu harus selalu pemain tengah belakang. Pemain yang terdekat dengan net terus selalu mengumpankan bola ke penyerang bergerak ke posisi penjagaan. Ketiga pemain ini harus bertahan dalam posisi rendah sehingga memiliki cukup banyak waktu untuk bereaksi terhadap bola. Mereka harus memperhatikan ke arah tangan bloker ketika bola dipukul oleh penyerang kita. 

Kedua pemain depan yang berada di garis pinggir yang berlawanan dengan penyerang, bergerak ke arah sisi penyerangan, dan mensejajarkan diri mereka pada posisi diantara kteiga pemain tersebut. Bila bola dapat melewati atau terpantul oleh blok, dan kemudian dapat dikangkau oleh pemain bertahanya maka tim kita harus secepatnya kembali ke formasi pertahanan semula. 


Dan pada penjagaan untuk penyerangan yang dilakukan oleh tengah depan, penjagaan dilakukan oleh pemain kiri depan, tengah belakang, pengumpan atau kanan depan dengan membentuk setengah lingkaran disekeliling penyerang. Sementara itu pemain kiri belakang dan kanan belakang saling mensejajarkan pada posisi di belakang 3 pemain tersebut.

Demikian penjelasan teknik penyerangan sederhana dengan mengandalkan dua pemain depan, semoga bermanfaat.

Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id

Gresik Petokimia Benahi Mental Pemain Jelang Livoli 2016

Read More
Pelatih tim Gresik Petrokimia, Li Huanning
PGN Livoli Divisi Utama 2016 yang berlangsung di GOR Mustika Blora tinggal dua hari lagi. Klub voli putri Gresik Petokimia terus menggeber persiapan mereka demi mendapat tiket menembus Final Four dahulu.

Uji coba pun telah dilakukan oleh Petrokimia. Yakni mengikuti Kejuaraan Piala Wali Kota Probolinggo dua pekan lalu. 

Hasilnya, mereka pun keluar sebagai juara ketiga. Pelatih Kepala Petro, Li Huanning berpendapat, banyak sekali evaluasi yang harus didapatkan dari selepas berpartisipasi di Probolinggo. 

Yang pertama, kekompakan tim pun mulai terbina. ”Sebab, mereka baru berlatih sebulan terakhir,” katanya ketika ditemui di GOR Tri Dharma kemarin (29/11).

Kemudian, evaluasi lain yang terlihat dan harus mendapat pembenaan adalah berkaitan dengan mental para pemain klub yang identik dengan warna hijau tersebut. 

Pelatih asal Tiongkok itu menjelaskan, skuad Petro kali ini didominasi dengan para pemain muda. Kapten sekaligus quicker Petro, Bunga Mitha Sari saja, baru berusia 24 tahun. Tentu, ini menjadi handicap yang tak bisa diremehkan.

Lawan Petro tidak hanya dari Bank Jatim yang diperkuat oleh Maya Kurnia Indri maupun Asih Titi Pangestuti.

Melainkan juga juara bertahan Alko Bandung dengan deretan pemain yang selalu menjadi langganan timnas Indonesia. Seperti duo quicker kuat Yolla Yuliana dan Wilda Siti Nurfadhilah, maupun tukang gebuk Aprilia Manganang.

”Saya bilang kepada mereka, mental itu sesuatu yang tidak bisa saya sentuh,” ungkap Li. ”Merekalah yang harus bisa mencari solusinya,” lanjut pelatih yang mengantarkan tim voli Jawa Timur merebut perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) September lalu di Bandung tersebut.

Hal itu diamini oleh Open Spiker Wintang Dyah Kumala Sakti. Menurutnya, mental bakal berbicara banyak sepanjang pertandingan yang berlangsung pada 4-11 Desember nanti.

”Teknik dan kekompakan memang penting. Namun, bisa tidaknya kami meraih target juga tergantung sekuat apa mental kami melawan tim-tim yang jauh lebih besar,” ujar kapten Jawa Barat saat Kejurnas Voli Junior itu.

Lebih lanjut, sudah tiga hari ini, Petro kedatangan libero baru bernama Rosalina yang berasal dari Jakarta. ”Defense kami memang belum maksimal jika mengacu hasil dari Probolinggo,” lanjut Wintang kembali.


Sumber : www.jawapos.com

Teknik Pertahanan 2-1-3 : Transisi Ke Penyerangan Dalam Bola Voli

Read More

Bola voli merupakan olahraga yang sangat menyenangkan. Karena untuk menghasilkan serangan diperlukan kerjasama yang baik oleh sebuah tim. Selain penyerangan, perlu diperhatikan juga teknik pertahanan yang baik. 

Operan depan yang buruk, kita tidak bisa mempersiapkan sebuah spike sehingga harus mengirimkan bola bebas kepada lawan. Lawan pun menerima baik bola bebas kemudian berganti menyerang kita. Spike dilesakkan dan kita berdiri ditengah lapangan dengan bola jatuh di depan kita dengan keras. Kita harus menjaga lapangan dengan mengatur suatu pertahanan.

Dalam bola voli terdapat 2 pertahanan yang utama. Pertahanan 2-1-3 ini sangat kokoh untuk menghadapi tim yang menggunakan tip dan spike pelan, sedangkan pertahanan 2-4 lebih efektif untuk menghadapi tim dengan penyerangan yang tangguh. Sistem petahanan yang lain—kuat atau berbalik secara rotasional telah dikembangkan san secara umum merupakan adaptasi dari kedua formasi dasar tersebut. 

Terdapat 3 prinsip umum yang selalu berguma apapun sistem pertatahanan yang kita gunakan. Pertama, kita harus dapat membaca apa yang akan dilakukan oleh lawan. Kedua, semua pemain harus menggunakan informasi ini untuk menentukan di mana posisi terbaik bagi mereka. Dan terakhir, para pemain harus menerima serangan lawan dan mengatur serangan mereka melalui suatu transisi.

Ketika bola melewati net ke arah lawan, tim kita harus segera bergerak ke formasi pertahanan dasar. Formasi ini tetap digunakan sampai tipe bola yang dikembalikan lawan dapat diketahui, 2 kemungkinannya adalah bola bebas atau spike. Apabila suatu spike, cara paling efektif adalah dengan bloking dan penjagaan di belakang blok. Pertahanan 2-1-3, angka 2 menunjukkan bloker, 1 pemain mengambil posisi di belakang blok, dan 3 yang lain menjaga area belakang. Formasi 2-1-3, suatu tim berharap bloking dapay melindungi paling tidak daerah dalam di lapangan yan berada di belakang blok.


Ketika lawan memainkan bola, tim kita berharap supaya berada di posisi yang paling menguntungkan agar dapat bereaksi dengan cepat ketika bola dikembalikan. Sebuah serangan hanya membututhkan sedikit waktu untuk melintas dari tangan pemukul ke lantai, oleh karena itu, kita harus berada di posisi di mana tindakan utama kita adlah untuk bereaksi dengan bola, bukan menjaga suatu daerah yang luas. Formasi ini menempatkan bloker dekat dengan net, siap melakukan blok, dan pemain belakang (CB) menjaga daerah di belakang bloker. Formasi ini dapat membentuk suatu perlindungan yang baik terhadap lawan yang sering menggunaka tip dan spike pelan. Pemain belakang bloker inilah yang dapat menerima dengan mudah tip tersebut. Bila blok lemah, sebagian besar daerah belakang blok dan sekitarnya menjadi daerah yang berbahaya. Secara umum setipa pemain belakang hanya bertanggung jawab untuk menerima 1 jenis serangan, sebuah spoke keras atau serangan lemah (spike pelan dan tip).

Dasar

Formasi dasar dari pertahanan ini pemain tengah belakang tetap berada di tengah belakang. Pemain depan siaga di dekat net, dan pemain belakang lain menempatkan diri mereka 20 kaki dari net dan dekat dengan garis pinggir masing-masing.



Blok

Bila lawan melakukan spike, lakukan bloking dan pemain lain menempatkan diri di belakang blok pada posisi yang tampaknya paling strategis. Bloker tengah bergerak ke bloker samping bergabung membentuk blok ganda. Tanggung jawab bloker samping adalah bola lurus, sedangkan bloker tengah menjaga sudut lintasan bola atau spikeyang di arahkan ke tengah lapangan melewati blok bola lurus. 4 pemain lainnya bergerak ke posisi untuk menjaga bagian lapangan yang tidak terlindungi oleh blok.




Pemain depan samping yang tidak melakukan blok, menjauhi net ke garis serang dan  bergerak lebih ke dalam sejauh 10 kaki. Tangung jawabnya adalah menangani spike tajam ke arah garis pinggir dan tip ke tengah lapangan dekat net. Pemain tengah belakang menjaga daerah di dekat sisi belakang bloker. Kanan belakang dan kiri belakang saling menjaga spike tajam yang diarahkan lurus ataupun menyilang melewati kedua bloker.

Apabila pemain tengah depan melakukan spike, tim hanya menggunakan blok tunggal dan kedua pemain samping bergerak ke garis serang melakukan tugas pertahanan. Serangan spike ini biasanya merupakan spike cepat, jadi bloker samping akan mengalami kesulitan karena tidak memiliki cukup waktu untuk bergabung dengan bloker tengah memebentuk blok ganda.
Insert jpgKetika bola diarahkan ke kedua pemain bertahan, maka kedua pemain bergerak brsisisan ke depan ke arah bola, dengan pemain yang terdekat dengan net bergerak melintasi pemain yang ada di belakangnya. Bila semua pemain mengikuti konsep ini tidak akan terjadi tabrakan diantara para pemain.


Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id

Teknik Bertahan Perorangan Dalam Bola Voli

Read More

Pertahanan yang baik dalam permainan bola voli adalah kunci untuk melakukan serangan yang mematikan. Dengan kesiapan yang baik pula, maka serangan apapun pasti kita dapat mengantisifasinya. Apabila posisi kita tidak dalam posisi siap bertahan ketika tim lawan melakukan serangan atau lengah, maka segala kemungkinan bisa terjadi.

Kita tengah bersiap pada posisi bertahan dan berharap bola tidak menghantam pelipis kita. Penyerang berhasil memukul bola melewati blok ke arah kita. Kedua lengan kita membentuk landasan datangnya bola. Bola pun berhasil diterima sempurna dan mengirimkannya kepada tosser. Tim kita pun kini siap memulai serangan.
   
Menerima servis atau spike lawan dengan menjangkau adalah “dig”. Teknik ini dapat dilakukn dengan mengggunakn satu atau dua tangan. Untuk gerakan dengan dua tangan akan dapat lebih terkontrol dan mengarahkan bola. Tetapi sebaiknya kita melakukan gerakan menjangkau dengan satu tangan hanya  dalam keadaan yang sangat darurat. Banyak orang beranggapan bahwa spike adalah bagian yang paling menarik dalam bola voli, tetapi teknik menjangkau bolalah yang membangkitkan daya tarik penonton dan semangat bagi rekan yang lain. Pertandingan antara tim yang berimbang dalam rally panjang karena saling melakukan dig terhadap spike sehingga menciptakan pertandingan yang panjang dan sangat menarik untuk ditonton.
   
Hal yang paling mendasar ketika melakukan suatu dig adalah membaca serangan lawan agar mengetahui arah datangnya spike atau tip. Spike keras yang datang membutuhkan waktu yang sangat sedikit bagi kita untuk menjangkaunya. Karena itu kita harus berada pada posisi bertahan yang tepat sebelum bola dipukul. Selain menjangkau ada 2 teknik lagi yang harus kita kuasai dalam bertahan perorangan yaitu berguling dan meregangkan kaki.



1. Teknik menjangkau, merupakan satu-satunya teknik yang dapat digunakan dengan baik untuk menerima suatu serangan. Gerakan menjangkau bola yang berhasil dengan baik tidak saja menarik perhatian penonton, tetapi juga cenderung membuat frustasi pemain lawan yang melakukan spike dengan sekuat tenaga.

   
Melakukan gerakan menjangkau dalam beberapa hal mirip dengan operan lengan depan. Perbedaannya pada rentang waktu menerima bola, pada operan lengan depan memiliki banyak waktu untuk bergerak ,mempersiapkan posisi, dan menerima bola, sedangkan pada gerakan menjangkau membutuhkan reaksi yang cepat dalam  menempatkan posisi yang tepat menerima bola.

a) Persiapan
  • Kaki dalam posisi melangkah, merenggang selebar bahu, lutut ditekuk dan rendahkan tubuh ke lantai.
  • Satukan telapak tangan dan lengan seperti gerakan operan lengan depan untuk menjangkau bola serendah mungkin.

b) Pelaksanaan
  • Terima bola dari posis rendah itu menjauhi tubuh dan redam kekuatan bola.
  • Pindahkan berat badan ke depan dan jatuhkan bahu sedekat mungkin dengan sasaran.
  • Arahkan bola tinggi ke tengah lapangan agar dapat diterima mudah oleh rekan kita. Mengarahkannya dengan menekuk pergelangan tangan atau dengan menekuk siku untuk memeperoleh ketinggian.

c) Gerakan lanjutan
  • Perhatikan bola saat menyentuh tangan, landasan lengan depan mengarah pada sasaran.
  • Jaga tangan tetap berada di bawah bahu, dan mata mengikuti bola sampai ke sasaran.

2. Teknik berguling, yaitu teknik menerima bola yang jatuh cukup jauh dengan berguling, dan ini membantu kita untuk berdiri kembli secepat mungkin. Teknik ini merupan metode untuk meredam tubuh ketika menjatuhkan diri yang sekaligus juga mnecegah timbulnya cidera. Aspek utama dari gerakan berguling yang baik adalah untuk berada sedekat mungkin dengan bola dan membiarkan bola jatuh serendah mungkin.

a) Persiapan
  • Gerakkan kakh ke rah bola, jaga tubuh tetap pada posisi rendah. 
  • Biarkan bola jatuh serendah mungkin kira-kira setinggi 1 kaki.

b) Pelaksanaan
  • Pukul bola sebelum jatuh di lantai dengan 2 tangan, bila tidak memungkinkan gunakan 1 tangan.
  • Tekuk pergelangan tangan atau bengkokkan siku untuk mencapai ketinggian, dan arahkan bola ke tengah lapangan.
  • Jatuhkan diri ke lantai pada bagian yang memiliki bantalan, yaitu dengan bagian panggul dan paha.
  • Berguling dengan punggung untuk menyebarkan energi dari gerakan menjatuh diri.
  • Gerakkan kaki melewati bahu pada sisi tubuh yang berlawanan dengan dengn bahu pemukul bola.

c) Gerakan lanjutan
  • Berdiri kembali dengan segera. Perhatian tetap ke bola.
  • Bersiap untuk permainan selanjutnya.

3. Teknik merenggangkan kaki, juga sangat penting karena teknk ini memebuat kita dapt menjangkau bola pada kondisi normal tidak akan dapat diterima. Teknik ini juga merupakan cara lain untuk menjangkau bola tanpa membuat kita harus menjatuhkan diri, yang terbukti sulit untuk dilakikan oleh pemain yang memiliki tangan yang lemah. Gerakan ini mnejangkau bola dari posisi tubuh rendah, menyentuh lantai dengan meluncur, jadi dapat mengurangi efek benturan.


a) Persiapan
  • Kaki berada pada posisi terbuka lebar, satu kaki berada di depan kaki yang lain.
  • Biarkan bola jatuh sampai setinggi 1 kaki, langkahkan kaki lebar-lebar bergerak ke arah bola.

b) Pelaksanaan
  • Terima bola pada tubuh rendah, Dorong ke depan jatuhkan tubuh ke lantai.
  • Tekuk pergelangan tangan atau bengkokkan siku untuk mencapai ketinggian, dan arahkan bola ke tengah lapangan.
  • Jatuh ke lantai dengan gerakan meluncur dengan dada dan tangan.
  • Luruskan kaki belakang sambil menekuk kaki depan dengan bagian lutut ke samping.

c) Gerakan lanjutan 
  • Berdiri kenbali dengan cepat, perhatian tetap pada bola.
  • Siapkan ke posisi rendah kembali untuk permainan selanjutnya.





Setelah kita mengetahui bagaimana menerima bola dengan teknik bertahan perorangan, kita telah siap untuk berlatih mengubah posisi bertahan menjadi menyerang dengan gerakan menjangkau sebagai sentuhan pertama. Fasae transisi dari suatu permainan ini adalah tahap yang paling penting. Bila tim kita tidak mampu mengembalikan serangan lawan dengan mengubahnya menjadi serangan juga, maka kita akan menyadari bahwa kita akan terus selalu mengembalikan freeball dan itu sangat menguntungkan lawan untuk medapatkan poin demi poin. Semoga bermanfaat.

Sumber : ivanyizha.blogspot.co.id